New Post

PEREMPUAN

Thursday, January 01, 2009
Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi. Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan.
Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele...?�� hingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya...sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu... kau menjad! i lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.
Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.
Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki... tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi.... tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.
Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya... kata-kata yang lembut... ungkapan-ungkapan sayang yang sepele... namun baginya sangat berarti... membuatnya aman di dekatmu....
Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tu! mbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang... seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.
Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya.... tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya...Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki... apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana.... karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga... karena kau dan dia adalah satu.... dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.


Read Full 0 comments
Read Full 2 comments

Tingkatkan Trafic

Apa yang diharapkan para pemilik blog terhadap blognya? yakni meningkatkan traffic atau kunjungan kepada situsnya
. Search engine optimization (SEO) merupakan cara untuk meningkatkan traffic web/blog. Postingan ini memang sengaja untuk meberikan rahasia pada kamu semua, karena rahasia ini aku dapat dari pakarnya, ini rahasia yang udah lama nggak dipakai lagi oleh para Blogger senior
. Sebenarnya trik ini untuk situs jejaring sosial semacam yuwie dan friendster. Tapi nggak menutup kemungkinan ini trik yang ampuh juga, kenapa tidak anda coba???


Berikut ini caranya secara rinci akan saya jabarkan:


1. Masukkan 10 alamat blog temenmu sendiri di postinganmu ( bisa dari blogroll , tapi jangan yang sama kayak ini)ditambah yang mengenalkan posting ini padamu. Terus ajak/invite blogger tersebut untuk menyebarkan trik ini

contohnya seperti dibawah ini :

1.http://toejoeh124.co.cc

2.http://lafalofe.blogspot.com

3.http://mediahaydar.blogspot.com

4.http://pantun-puisi-ahmad.blogspot.com

5.http://banpolotak.blogspot.com

6.http://noeqiah.blogspot.com

7.http://itikbalis.blogspot.com

8.http://ayuloverz.blogspot.co

9.http://www.sweetalia.com

10. http://21hotbiker.blogspot.com

11.http://situsinformasiinternet.blogspot.com


2. Caranya sama seperti trik diatas ( Letakkan Blog anda pada baris paling atas alias nomor 1, masukkan blog yang udah mengenalkan kamu tentang posting ini(misalnya http://toejoeh124.co.cc
di nomor 2, dan masukkan 9 nama blogger teman anda lain sisanya ).

Contoh: nomor 1 anda ketik link blog anda. selanjutnya nomor 2 ketik link blog saya(http://toejoeh124.co.cc
) sebagai yang mengenalkan. nomor 3 sampai dengan 11 anda ketik link blog sahabat anda yang lainnya


3. Kirimkan ke semua temen anda tentang TIPS ini, sebanyak 7 orang tadi lewat comment maupun shoutmix. Maka dengan sangat mengejutkan anda akan di kunjungi oleh temen anda ...
10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 = 10 milyar halaman view pada Statistic Blog anda ...



Bagaimana trik ini, cukup mudah kan? karena sempat dilakukan para senior, nggak ada salahnya kita mencoba juga bukan

. So, selamat mencoba aja yah, jangan lupa loh!!!! Yang aku yakin kita semua pasti ingin traffic tinggi dengan pengunjung yang banyak bukan?

ini aku dah buatkan teman2 yang tinggal langsung di copy di blogmu


Apa yang diharapkan para pemilik blog terhadap blognya? yakni meningkatkan traffic atau kunjungan kepada situsnya
. Search engine optimization (SEO) merupakan cara untuk meningkatkan traffic web/blog. Postingan ini memang sengaja untuk meberikan rahasia pada kamu semua, karena rahasia ini aku dapat dari pakarnya, ini rahasia yang udah lama nggak dipakai lagi oleh para Blogger senior
. Sebenarnya trik ini untuk situs jejaring sosial semacam yuwie dan friendster. Tapi nggak menutup kemungkinan ini trik yang ampuh juga, kenapa tidak anda coba???
<span class="fullpost">

Berikut ini caranya secara rinci akan saya jabarkan:


1. Masukkan 10 alamat blog temenmu sendiri di postinganmu ( bisa dari blogroll , tapi jangan yang sama kayak ini)ditambah yang mengenalkan posting ini padamu. Terus ajak/invite blogger tersebut untuk menyebarkan trik ini

contohnya seperti dibawah ini :

1.<a href="http://toejoeh124.co.cc" target="_new">http://toejoeh124.co.cc</a>

2.<a href="http://lafalofe.blogspot.com/" target="_new">http://lafalofe.blogspot.com</a>

3.<a href="http://mediahaydar.blogspot.com/" target="_blank">http://mediahaydar.blogspot.com</a>

4.<a href="http://pantun-puisi-ahmad.blogspot.com/" target="_blank">http://pantun-puisi-ahmad.blogspot.com</a>

5.<a href="http://banpolotak.blogspot.com/" target="_blank">http://banpolotak.blogspot.com</a>

6.<a href="http://noeqiah.blogspot.com/" target="_blank">http://noeqiah.blogspot.com</a>

7.<a href="http://itikbalis.blogspot.com/" target="_blank">http://itikbalis.blogspot.com</a>

8.<a href="http://ayuloverz.blogspot.com" target="_blank">http://ayuloverz.blogspot.co</a>

9.<a href="http://www.sweetalia.com">http://www.sweetalia.com</a>

10.<a href="http://21hotbiker.blogspot.com/" target="_blank"> http://21hotbiker.blogspot.com</a>

11.<a href="http://situsinformasiinternet.blogspot.com/" target="_blank">http://situsinformasiinternet.blogspot.com</a>


2. Caranya sama seperti trik diatas ( Letakkan Blog anda pada baris paling atas alias nomor 1, masukkan blog yang udah mengenalkan kamu tentang posting ini(misalnya <a href="http://toejoeh124.co.cc" target="_new">http://toejoeh124.co.cc</a>
di nomor 2, dan masukkan 9 nama blogger teman anda lain sisanya ).

Contoh: nomor 1 anda ketik link blog anda. selanjutnya nomor 2 ketik link blog saya(<a href="http://toejoeh124.co.cc" target="_new">http://toejoeh124.co.cc</a>
) sebagai yang mengenalkan. nomor 3 sampai dengan 11 anda ketik link blog sahabat anda yang lainnya


3. Kirimkan ke semua temen anda tentang TIPS ini, sebanyak 7 orang tadi lewat comment maupun shoutmix. Maka dengan sangat mengejutkan anda akan di kunjungi oleh temen anda ...
10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 = 10 milyar halaman view pada Statistic Blog anda ...



Bagaimana trik ini, cukup mudah kan? karena sempat dilakukan para senior, nggak ada salahnya kita mencoba juga bukan <a href="http://toejoeh124.co.cc" target="_new"><img border="0" src="http://www2.shoutmix.com/smileys/notworthy.gif"/></a>

. So, selamat mencoba aja yah, jangan lupa loh!!!! Yang aku yakin kita semua pasti ingin traffic tinggi dengan pengunjung yang banyak bukan?

Read Full 0 comments

TV LOKAL








anda sedang menonton di :


Pilih channel TV dengan meng-klik logo-logo dibawah ini.

Keterangan :

- Beberapa stasiun tv membutuhkan plugin dari Real Media untuk membukanya. Jika browser kamu belum ter-instal silahkan download plugin nya klik disini

- toejoeh124.blogspot.com tidak menjamin bahwa semua stasiun televisi bisa ditampilkan disini. Tetapi saya akan tetap berusaha untuk menampilkanya.
Read Full 3 comments

Al Quran in Post

Monday, December 29, 2008
Player Al Quran ini dapat anda gunakan seperti winamp...., player ini dilengakapi dengan terjemahan bahasa indonesia....
Read Full 0 comments

Al Qur'an

Sunday, December 28, 2008
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

mau ngaji.....online yach.....

ini dah aku siapin QUR'AN FLASH.....SELMAT NGAJI YACH.....

Read Full 3 comments

Dari Sini Kita Mulai

Di antara kesyukuran kita kepada Allah-azza wajalla- adalah, banyaknya gerakan Islam yang lahir dan tumbuh dengan cita-cita ingin mengembalikan izzul islam walmuslimin. Hanya saja, jarang yang betul-betul memulai usaha perbaikan ummat dari titik star yang tepat. Yang pasti, kesalahan dalam memulai sebuah usaha yang mulia ini akan berakibat fatal dalam perjalanan. Kalau kita mencermati sierah (perjalanan hidup) Rasulullah, sejak awal bi’tsah sampai beliau wafat, maka kita melihat beliau, shallallahu ‘alaihi wasallam, memulai dakwahnya dari aqidah. Beliau memperkenalkan kepada masyarakat saat itu kepada siapa seharusnya mereka beribadah, untuk apa mereka hidup, bagaimana mereka berinteraksi dengan alam di sekitarnya dan kemana mereka menuju setelah meninggalkan dunia yang fana ini. Itulah aqidah! Jika tujuan diibaratkan sebagai kiblat seorang muslim, yang menjadi orientasinya dalam beramal, maka aqidah ibarat motor penggeraknya. Aqidah inilah yang menjalankan dan mendorongnya maju ke arah tujuan dan menghalanginya jangan sampai berhenti, apalagi berpindah haluan. Jika aqidah ini hilang di hati atau pengarunya melemah, maka usahanya akan terhenti atau bahkan surut ke belakang. Aqidah bukan sekedar pengakuan yang terucapkan, bukan juga ilmu retorika yang digunakan untuk memperindah kata-kata. Al-Qur’an mengingatkan dan menegaskan hakekat ini. Bahkan kitab yang mulia ini berulang-ulang menyebut perintah beramal shalih yang dikaitkan dengan iman. Penyebutan ini terdapat di banyak tempat dan sulit dihitung. Seringnya hal ini disebutkan merupakn isyarat nyata bahwa akidah harus mendampingi amal shalih, dan amal shalih harus menyertai akidah Aqidah mempunyai dampak kongkrit yang harus dimunculkan secara jelas sebagai bukti kebenaran pengakuan iman. Jika tidak, itu hanya pengakuan tanpa indikasi yang membuktikan kebenaran atau kesungguhannya. Tidak sedikit ayat dalam al-Qur’an maupum sunnah Rasulullah yang menyebutkan bahwa iman tidak terpisahkan dari amal. Allah berfirman, ”Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bahwa bagi mereka taman-taman surga yang dari bawah pepohonannya mengalir banyak anak sungai.” (Qs. Al-Baqarah: 25). Dalam salah satu haditsnya Rasulullah bersabda, “Iman itu memiliki tujuh puluh atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan laa ilaaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan di jalan. Dan malu adalah sebagian dari iman.” (HR. Abu Dawud, an-Nasaa’i). Dengan demikian tidak setiap orang yang mengaku beriman dengan lidahnya itu benar pengakuannya. Iman sesungguhnya mempunyai beberapa indikasi. Jika indikasi itu ada pada seseorang maka benarlah imannya, jika tidak maka pengakuannya dusta. Bagi mereka yang ingin meyakinkan diri tentang kebenaran hal ini handaklah ia memperhatikan dengan seksama perbedaan antara iman yang dibuktikan dengan amal dan sekedar pengakuan semata tanpa bukti yang membenarkannya maka, hendaklah ia melihat lembaran sejarah. Salah satu halaman sejarah masa lampau itu adalah generasi para shahabat. Generasi yang diselamatkan dengan akidah Islam, diselamatkan dari noda syirik serta mencuci mereka dari berbagai roma kekafiran. Lalu akidah mereka menanamkan hakekat iman dan menyinarkan cahaya tauhid dalam hati mereka. Jadi akidah adalah satu-satunya faktor yang berpengaruh dalam pembinaan, pembentukan generasi tersebut. Sungguh generasi ini telah mempesona kita agar berhenti sejenak membuka berbagai potret dan gambaran yang menunjukkan dampak dan pengaruh akidah dalam tarbiyah mereka. Mari kita memilih lembaran-lembaran itu mana yang kita inginkan. Apakah kita ingin berbicara tentang shahabat Muhajirin atau Anshar? Yang tua, muda, remaja atau tentang pria dan wanita? Atau apakah kita ingin potret mereka saat susah dan senang? Ketika membaca lembaran sejarah mereka yang gemilang maka kita akan melihat bahwa mereka adalah prajurit yang berkuda di siang hari dan jika malam datang mereka adalah abid yang khusyu’ berdiri di atas sajadahnya. Jika kita berbicara tentang pengorbanan nereka adalah para penderma sejati mulai dari harta sampai nyawa sekalipun mereka korbankan demi tegaknya kalimat Allah ta’ala. Maka dalam setiap potret itu, tanpa kecuali, akan tampak kebenaran iman. Darinya terpancar cahaya yang membuat setiap orang terpesona dan bertanya-tanya, “Apa yang membuat mereka seperti ini. Padahal mereka sebelumnya adalah ummat yang tidak diperhitungkan samasekali. Mereka tenggelam dalam kedunguan fanatisme suku, gemar perang, mengubur anak perempuan hidup-hidup, tapi dalam waktu yang singkat mereka menjadi ummat yang disegani dan diperhitungkan di dunia internasional? Gambaran mereka seperti yang digambarkan Allah dalam al-Qur’an, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu Kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”(al-Fath : 29) [Maka itulah lembaran masa lalu kita dan bandingkan semua itu dengan realita ummat kita hari ini. Ummat kita, hari ini, tua dan mudanya tenggelam dalam kelalaian, persis seperti anak kecil yang disuruh menjaga rumah orang tuanya. Di saat pencuri datang dengan mudah ia ditipu dengan mainan. Padahal yang memberinya mainan adalah pencuri yang sebentar lagi akan menghabisi isi rumah. Dan inilah kita, yang sudah dewasa dan mulai sadar bahwa kita telah ditipu oleh para pencuri. Isi rumah kita telah dijarah dan tak satupun yang tersisa. Kita ingin mengembalikan apa yang pernah kita miliki berupa kejayaan dan kebesaran. Maka inilah jalan kembali kita. Hendaklah kita bergegas dan memulai perbaikan ini seperti yang pernah lakukan oleh salafus shaleh. Kita wajib kembali kepada pemahaman mereka tentang Islam lalu memegang teguhnya. Pengorbanan, tekad, jihad, dan pengalaman generasi awal adalah modal utama dalam merintis proyek besar ini. Proyek tegaknya kalimat Laa ilaaha illallah dan kembalinya izzul islam walmuslimin. Wallahu Ta’ala a’lam. Sumber : http://www.wahdah.or.id
Read Full 0 comments

Karena Kita Harus Berubah!

Ini adalah sebuah kisah tentang semangat para hamba pemimpi surga. Sebab tabiat mimpi ini mengharuskan kita untuk terus berada dalam pusaran perubahan. Berubah dari yang baik ke arah yang semakin baik. Atau dalam bahasa yang sering kita dengarkan: “Hari ini jauh lebih baik dari yang kemarin”. Tidak sekedar berhenti pada: “Hari ini sama saja dengan yang kemarin”. Apalagi “Hari ini lebih buruk dari yang kemarin”. Ibrahim al-Harby pernah bertutur tentang Imam Ahl al-Sunnah di zamannya, Imam Ahmad ibn Hanbal –semoga Allah merahmatinya-. Setelah bertahun-tahun lamanya Ibrahim al-Harby menyertai sang Imam, ia sampai pada sebuah titik untuk mengatakan: “Aku telah menyertai Ahmad ibn Hanbal selama 20 tahun lamanya(!), siang dan malam, di musim dingin dan semi, di musim panas maupun dingin, namun tidak sehari pun aku bersamanya, melainkan ia hari ini pasti lebih baik dari yang sebelumnya.” Satu-satunya yang dapat kita pahami dari pitutur itu adalah: adanya sebuah proses change (perubahan) yang berkesinambungan dalam diri Sang Imam. Tidak dalam hitungan tahun, bulan atau minggu. Tetapi dalam hitungan hari! Ya, setiap hari selalu ada progress dan target tertentu dalam kehidupan Sang Imam untuk sampai pada titik kebaikan yang lebih tinggi dari sehari sebelumnya. Sekarang marilah kita berbicara dalam tataran jamaah. Mungkin kita sudah sampai pada sebuah titik kesepakatan, bahwa kerja-kerja dakwah haruslah berjalan dalam sebuah proses sinergis keberjamaahan. Tapi sudah efektifkah keberjamaahan kita? Bersyukurlah kita jika keberjamaahan itu dibangun di atas manhaj yang haq: manhaj al-Salaf al-Shaleh. Tetapi tetap saja ada sunnatullah lain yang harus kita patuhi demi meraih kesuksesan kerja-kerja dakwah dalam bingkai keberjamaahan. Ini sama saja dengan sunnatullah korelasi prinsip keadilan dan keberhasilan sebuah negara yang pernah “digagas” oleh Ibnu Taimiyah beberapa abad yang lalu. Beliau pernah menegaskan bahwa sebuah negara yang kafir namun berkeadilan itu akan ditegakkan oleh Allah, sementara negara yang muslim namun tidak adil justru akan direndahkan oleh-Nya. Intinya adalah bahwa keinginan untuk menjadi lebih baik sudah pasti menuntut kita untuk berubah. Dan kaitannya dengan kerja-kerja jamaah, perubahan itu sungguh berat untuk dilakukan. Mengapa? Karena melibatkan begitu banyak subjek sekaligus objek. Perubahan dalam sebuah jamaah harus berawal dari perubahan dalam tataran individu jamaah itu sendiri. Dan sudah tentu berawal dari mereka yang dianggap sebagai sang pemimpin. Dalam Re-Code Your Change DNA (Rhenald.K, Februari 2007, hal. 18) disebutkan bahwa setidaknya ada 5 hal mendasar yang dibutuhkan untuk sebuah perubahan: 1. Vision, atau sebuah visi tentang masa depan. Apa jadinya sebuah jamaah yang tidak memiliki visi yang kuat tentang masa depannya? Para aktifisnya hanya dipacu bekerja dan bekerja, merespons semua yang ada secara reaktif tapi tidak efektif. Nampaknya dapat bekerja dengan cepat, tetapi sebenarnya tidak ada perubahan yang berarti selain pada pemimpinnya. Yang ada hanya sebuah kekacauan (confusion). Tidak ada kesatuan pikiran dan tindakan. Pancaran energi jamaah tidak terfokus, karena masing-masing komponen bergerak sendiri-sendiri tanpa arah dan visi yang seragam. 2. Skills, atau keterampilan untuk mampu melakukan tuntutan-tuntutan baru. Jenis keterampilan semacam ini harus ditumbuhkan. Jika sebuah jamaah tidak didukung oleh keterampilan yang memadai, maka yang adalah anxiety atau kecemasan-kecemasan. Sang pemimpin cemas akan kemampuan bawahan, sang bawahan cemas akan dirinya sendiri. Kecemasan semacam ini akan melahirkan stres, rumor (isu), kejengkelan, dan lain sebagainya. Untuk memperbaharui ini menjadi penting sekali untuk menanamkan “kode-kode perubahan” dalam kepala mereka. 3. Incentives, atau insentif yang memadai baik langsung maupun tidak langsung, cash atau non-cash. Perubahan menuntut pengorbanan, bahkan penderitaan. Tapi nyatanya ini sulit sekali diterapkan. Orang-orang seringkali bertanya: siapa yang harus berkorban? Menghapa harus saya? Apakah yang di atas juga siap berkorban? Tanpa adanya insentif, maka yang lahir adalah resistensi atau penolakan. Tuntutan perbaikan kinerja jamaah harus sejalan dengan perbaikan insentif mereka. Apakah ini berarti kerja jamaah harus berpikir ala perusahaan profesional? Mungkin ini poin yang harus direnungkan. Yang pasti antara keikhlasan berjuang dan profesionalisme bukanlah dua hal yang paradoks atau bertentangan. 4. Resources, atau sumber daya yang memudahkan perubahan dan pertumbuhan jamaah. 5. Action Plan, atau rencana tindakan. Ketika berbicara tentang rencana, kita mungkin sering hanya terjebak dalam “rencana strategis” dan melupakan “rencana tindakan” atau rencana yang berorientasi pada action kita. Jika dalam rencana strategis kita menetapkan arah dan tujuan jangka panjang, maka dalam rencana tindakan kita harus menulis perincian sasaran, waktu serta sumberdaya yang dibutuhkan. Ingatlah satu hal: kalau Anda gagal membuat rencana tindakan, maka Anda sedang merencakan untuk gagal! Yang pasti adalah bahwa perubahan ke arah yang lebih baik menuntut pembelajaran yang berkelanjutan. Buka mata. Buka hati. Buka pikiran. All people have brain, but only few use their brain. Semua orang memiliki otak, namun hanya sedikit yang menggunakan pikiran mereka. Terakhir, sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum jika mereka merubah keadaan mereka sendiri. Kolom Waqfah Majalah Al Bashirah
Read Full 0 comments

Ibadah Shalat, Jangan Remehkan!

Shalat adalah salah satu rukun Islam yang terpenting setelah Syahadatain. Shalat juga memiliki kedudukan yang agung dalam Islam. Mengapa demikian? Setidaknya karena beberapa alasan: 1. Perintah shalat diterima langsung oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam di langit ke tujuh dalam peristiwa Isra' dan mi'raj Ketika Allah Subhaanahu Wata'ala menetapkan suatu syariat, maka Allah Subhaanahu Wata'ala menurunkan wahyu-Nya kepada Rasul-Nya melalui perantaraan Jibril. Zakat misalnya, Allah Subhaanahu Wata'ala menurunkan firman-Nya berisi perintah membayar zakat, yang artinya, "Dan tunaikanlah zakat…" (QS. Al Baqarah: 43). Demikian pula puasa, haji, dan ibadah-ibadah lainnya. Berbeda dengan shalat, Allah Subhaanahu Wata'ala tidak cukup hanya dengan menurunkan firman-Nya berisi perintah shalat, tapi lebih dari itu. Allah Subhaanahu Wata'ala memanggil langsung Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk menerima perintah shalat tersebut. Hal ini, menunjukkan keutamaan dari ibadah shalat jika dibandingkan dengan ibadah-ibadah lainnya. 2. Dalam kondisi apa pun, shalat tidak boleh ditinggalkan Betapa pun sibuknya Anda, dan parahnya penyakit Anda—selama masih sadarkan diri, shalat tetap harus ditegakkan. Bedanya dengan ibadah lain, zakat misalnya, ketika Anda tidak memiliki harta yang cukup nishabnya, maka Anda tidak wajib membayar zakat. Puasa, tidak diwajibkan bagi orang yang sakit. Haji, bisa jadi Anda memiliki harta yang cukup untuk bekal perjalanan ke tanah suci, tapi Anda sakit, maka Anda pun tidak wajib haji. Atau sebaliknya, badan Anda sehat, tapi Anda tidak memiliki harta yang cukup, maka Anda pun tidak wajib mengerjakan ibadah haji. Adapun shalat, kita diperintahkan untuk mengerjakannya dengan berdiri. Namun ketika kita sakit dan tak mampu berdiri, maka shalat boleh sambil duduk. Jika duduk pun tidak mampu, maka boleh dengan berbaring, dan seterusnya. 3. Amalan yang paling pertama dihisab Bayangkan, Anda berpuasa, membayar zakat, lima kali haji, membangun banyak masjid, menyantuni fakir miskin, tapi Anda melalaikan shalat. Maka apa jadinya? Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، إِذَا صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِذَا فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ “Sesungguhnya amalan yang paling pertama dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka ia telah beruntung dan selamat. Tapi jika shalatnya rusak, maka ia telah binasa dan merugi”.(HR. Tirmidzi dan Nasa’i). 4. Wasiat Terakhir Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Pesan-pesan terakhir dari orang yang akan meninggal dunia biasanya berisi wasiat-wasiat yang sangat penting yang disampaikan kepada kerabat dekatnya. Dan ternyata, wasiat terakhir dari Nabi kita adalah perintah menjaga shalat. Saat itu, menjelang wafat beliau, dari atas pembaringan, beliau berwasiat kepada seluruh umatnya, الصَّلاَةَ الصَّلاَةَ "Jagalah shalat! Jagalah shalat!" (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah). Yah, junjungan kita telah berwasiat kepada kita untuk menjaga shalat. Namun sayang, manusia meremehkannya. Inilah beberapa alasan yang menunjukkan keagungan shalat dalam Islam. Dan masih ada banyak ayat dan hadits yang menunjukkan hal tersebut. Namun demikian, banyak yang tidak peduli. Mereka berkata, meninggalkan shalat itu perkara biasa. Hal sepele. Dosa kecil. Nyatanya, di mana-mana banyak orang meninggalkan shalat, tapi rejeki mereka tetap mengalir. Benarkah demikian? Beginilah Allah Subhaanahu Wata'ala berkata tentang mereka—yang meremehkan shalat: 1. Meninggalkan shalat sama dengan syirik Allah Subhaanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.” (QS. Ar-Rum: 31). Dalam ayat ini, Allah Subhaanahu Wata'ala menyamakan antara orang yang meninggalkan shalat dengan pelaku kesyirikan. Mengapa demikian? Orang musyrik lebih mendahulukan selain Allah Subhaanahu Wata'ala. Sama dengan orang yang meninggalkan shalat. Mereka mendengar adzan, hayya ‘alash-shalah, hayya ‘alal falah. Tapi mereka tidak bergeming. Mereka tetap meneruskan pekerjaan. Tidak beranjak dari hadapan televisi. Tidak pula meninggalkan pembaringan. Seolah-olah semua itu lebih besar, lebih agung, dan lebih pantas untuk didahulukan daripada Allah Subhaanahu Wata'ala. Maka kita mesti berhati-hati dari meninggalkan shalat, karena itu sama dengan syirik. Padahal, syirik adalah dosa yang paling besar. Jika pelakunya meninggal sebelum sempat bertobat, maka dia terjatuh dalam bahaya yang sangat besar. Allah Subhaanahu Wata'ala berfirman, artinya: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah: 72). 2. Allah Subhaanahu Wata'ala berfirman dalam surah Maryam: 59, artinya, “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya. Maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” Ibnu Abbas رضي الله عنهما dalam menafsikan ayat tersebut berkata, “Bukanlah maknanya menyia-nyiakan shalat yaitu meninggalkan shalat secara keseluruhan, akan tetapi mereka mengakhirkan dari waktunya.” Demikian pula komentar Sa’id Ibnu Al Musayyib رحمه الله , “Ia tidak shalat Dzuhur kecuali setelah masuk waktu Ashar. Tidak shalat Ashar hingga masuk waktu Magrib. Tidak shalat Magrib hingga masuk waktu Isya. Tidak shalat Isya hingga masuk waktu Fajar. Dan tidak shalat Fajar kecuali setelah terbit matahari.” Lalu apa balasan bagi orang yang menyia-nyiakan shalat? Dalam ayat tersebut disebutkan, “Maka mereka akan menjumpai al ghay”. Di antara tafsiran al ghay adalah lembah di neraka Jahannam yang berisi nanah para penghuni neraka. Bayangkan, sekadar mengulur waktu shalat sudah diancam dengan al ghay. Bagaimana pula dengan orang yang sama sekali tidak shalat? 3. Kelak di akhirat, orang yang meninggalkan shalat tidak akan mampu bersujud di hadapan Allah Subhaanahu Wata'ala, ketika semua orang mukmin bersujud. Allah Subhaanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa. (Dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera.” (QS. Al Qalam: 41-42). Ketika semua manusia dikumpulkan di akhirat, dari yang paling pertama diciptakan, hingga yang paling akhir diwafatkan. Maka semua orang mukmin bersujud. Tapi orang-orang kafir, munafik, demikian pula orang yang meninggalkan shalat, tidak mampu bersujud. Apa sebab? Dalam ayat di atas disebutkan, karena mereka di dunia telah diseru untuk bersujud, tapi mereka enggan. Padahal mereka dalam keadaan aman. Tidak ada yang menghalangi mereka untuk shalat. Maka Allah menghinakan mereka dengan tidak mampu bersujud di hadapan-Nya. 4. Dalam surah Al Baqarah ayat 34, Allah Subhaanahu Wata'ala berfirman, artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” Menurut Anda, apa yang menyebabkan Iblis terusir dari surga dan ditetapkan jadi penghuni neraka? Karena pembangkangannya untuk bersujud—sebagai penghormatan, bukan untuk menyembah—kepada Adam. Lalu bagaimana dengan kita? Kita tidak diperintahkan untuk bersujud kepada Adam Alaihissalam, tapi kepada Zat Pencipta Adam, Allah Subhaanahu Wata'ala. Lalu manakah yang lebih berat konsekuensi penolakan Iblis untuk bersujud kepada Adam, ataukah penolakan kita untuk bersujud kepada Allah Subhaanahu Wata'ala? “Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.” (QS. Al Hasyr: 2). Dan masih banyak ayat Allah Subhaanahu Wata'ala dalam Al Qur’an yang berbicara tentang ancaman bagi orang-orang yang meninggalkan shalat. Lalu apa pula kata Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tentang mereka? Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pun telah memberikan peringatan-peringatan keras dalam banyak hadits beliau. Maka sebagai Muslim yang benar-benar beriman, hendaknya senantiasa menjaga shalat dengan baik dan takut akan ancaman Allah Subhaanahu Wata'ala. Jangan sampai pengakuan kita sebagai Muslim hanyalah bertepuk sebelah tangan, seperti yg dikatakan penyair, كُلٌّ يَدَّعِيْ وَصْلاً بِلَيْلَى وَلَيْلَى لاَ تُقِرُّ لَهُمْ بِذَاكَ “Setiap orang mengakui punya hubungan dengan Laila, akan tetapi Laila tidak pernah mengakuinya”. Semua orang mengaku beriman kepada Allah Subhaanahu Wata'ala. Berislam dengan benar. Tapi apakah Allah Subhaanahu Wata'ala mengakui keimanan mereka? Sementara mereka lalai melaksanakan perintah-Nya, shalat lima waktu. Bahkan mungkin di antara kaum Muslimin ada yang bertetangga dengan masjid dan mendengarkan adzan dikumandangkan lima kali dalam sehari semalam, namun hatinya tidak tersentuh untuk memenuhi panggilan Allah. Lalu kemudian mengaku sebagai Muslim yang taat. Layakkah pengakuan itu diterima? Wallahu Waliyyut Taufiq (Buletin Al Fikrah No.04 Tahun X/26 Muharram 1430 H)
Read Full 0 comments
 
Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Followers

Reccent Comments

© Free News Template Copyright by BLOGGOA | Template by Fanchon0706 | Blog Trick at BLOGGOA